Je M'apelle Mussy
2016

Aku start hidup baru

jadi seorang pelajar balik

apa yang Allah tetapkan itu yang terbaik

Kadang2 menyesal beb kenapa jadi macam ni

tapi ini rancangan cantik Tuhan

mesti ada hikmah

janji kena sabar la hoiii

jadi pelajar balik pun banyak dugaan dia

bukan senang

duit tak ada. pinjaman pun tak tunjuk muka

MARA oh MARA

janji macam tabur pasir je...

ye la.. buat la pada orang yang tak mampu pada kami ni

Tau la kitorang ni bukan anak korang yang kaya tu

tapi at least tolong la bertimbang rasa

zzzzzzzzzzzz
Je M'apelle Mussy
Bonjour.. hai..I'll be back my dear blog..

Just Wait

hahahhaahahhaha

but first....

Let me sleep
Je M'apelle Mussy
bila kita dah makin membesar, slowly kita  sedar sendiri banyak sangat kurangnya pada diri.
tapi Allah suruh hambaNya bersyukur atas setiap apa yang dia bagi.
betul la dalam kurang ada lebihnya. begitu jugak la sebaliknya.
dalam happy happy tengah hidup ni, ada someone yg keep on remind us yang kami ni sebenarnya bukan sempurna di pandangan mata.
sedih cuba ditutup dengan gelak tawa.
sebab latar belakang kami tak secantik mana.
bila diungkit, sedih sangat sampai mengalir air mata.
sampai terlupa pada hamba Allah yang begitu baik memelihara.
setiap perkara terjadi ada hikmahnya.
Allah tak membebani hambaNya di luar kemampuan mereka.
train ur minds to see good in every situation ye.
terima kasih ingat kan saya yang cepat lupa  :')
Je M'apelle Mussy


We ask Allah to ease the pain and suffering of innocent Muslims everywhere,know that Allah is Most Wise, Just and has the power to do whatever He wills......


O Allah! Make my efforts worthy of appreciation, and my sins forgiven, my deeds accepted, my flaws concealed, O the best of those who Hear.

O Allah! Bestow on me the blessings of Laylatul Qadr, change my affairs from (being) difficult to (being) easy, accept my apologies, and decrease for me [my] sins and burdens,

O Allah! Open for me the doors of Jannah, and lock the doors of Jahannam from me, help me to recite the Qur'an, O the One who sends down tranquility into the hearts of believers.

O Allah! show me the way to win Your pleasure, do not let Shaytan have a means over me, make Jannah an abode and a resting place for me, O the One who fulfills the requests of the needy.

Allah! the real luxury is that of the Hereafter. O Allah! keep me alive as a humble person and make me die as a humble person and O Allah! raise me along with the group of humble people.

Allah! cleanse my heart from hypocrisy and my actions from show and my tongue from falsehood and my eyes from cheating. And You know the theft of the eyes and concealment of hearts.

Allah! I seek refuge with you from Your giving my record of deeds in my left hand or behind my back.O Allah! Give my record of deeds in my right hand and take from me an easy reckoning.

O Allah! make me, among those who rely on You, from those who You consider successful, and place me among those who are near to You, by Your favour.

O Allah! make me love goodness, and dislike corruption and disobedience, bar me from anger and the fire [of Hell], by Your help, O the helper of those who seek help.

O Allah! beautify me with covering and chastity, cover me with the clothes of contentment and chastity, let me adhere to justice and fairness, and keep me safe from all that I fear, by Your protection, O the protector of the frightened.

Allah! purify me from uncleanliness and dirt, make me patient over events that are decreed, grant me the ability to be pious, and keep company with the good, by Your help, O the beloved of the destitute.

Allah! do not condemn me for slips, make me decrease mistakes and errors, do not make me a target for afflictions and troubles, by Your honor, O the honor of the Muslims.

Allah! grant me the obedience of the humble expand my chest through the repentance of the humble, by Your security, O the shelter of the fearful.

Allah! guide me towards righteous actions, fulfil my needs and hopes, O One who does not need explanations nor questions, O One who knows what is in the chests of the (people of the) world. Bless Muhammad(sallallahu alaiyhi wassallam) and his family.

Allah! on this day, multiply for me its blessings, and ease my path towards its bounties, do not deprive me of the acceptance of its good deeds, O the Guide towards the clear truth.

Allah ! let me have mercy on the orphans, and feed [the hungry], and spread peace, and keep company with the nobleminded, O the shelter of the hopeful.

Allah! grant me a share from Your mercy which is wide, guide me towards Your shining proofs, lead me to Your all encompassing pleasure, by Your love, O the hope of the desirous.

Allah! do not let me abase myself by incurring Your disobedience, and do not strike me with the whip of Your punishment, keep me away from the causes of Your anger, by Your kindness and Your power, O the ultimate wish of those who desire.

Allah! help and assist me to keep fasts and salaah for Your Pleasure, and keep me away from mistakes and sins of the day, grant me that I remember You continously through the day, by Your assistance, O the Guide of those who stray.

Allah! strengthen me in carrying out Your commands, let me taste the sweetness of Your rememberance, grant me, through Your Graciousness, that I give thanks to You. Protect me, with Your protection and cover, O the most discerning of those who see.

Allah! take me closer towards Your pleasure, keep me away from Your anger and punishment, grant me the opportunity to recite Your verses (of the Qur'an), by Your Mercy, O the most Merciful who show Mercy.

Allah! make my fasts, the fasts of those who fast (sincerely), and my standing up in salaah,of those who stand up in salaah (obediently), awaken me in it, from the sleep of the heedless, and forgive me my sins , O Allah! the Sustainer of the worlds, O the One who forgives the sinners.Forgive me.

Allah! Make me and my children of those who mantain salaah and accept my duaa(supplication). O Allah! , forgive me, my parents and all the believers on the Day of Reckoning.

O Allah! keep me alive as a Muslim and let me die as a Muslim.I seek from You health and piety, security, good morals and willingness on fate.

O Allah! make me most grateful to You and to remember You in abundance and act upon Your advice and to remember Your will.

O Allah! I beg You for that which incites Your Mercy and the means of Your forgiveness, safety from every sin, the benefit from every good deed, success in attaining Jannah and deliverance from Fire.
Je M'apelle Mussy
Friendship means so many different things. Friendship means that you aren't be judged and you are accepted for just the way you are, regardless of your faults. A true friend accepts everything about you. Friends can also forgive each other in times of disagreement and strife. True friends are always there for each other.


Je M'apelle Mussy

i love this post and want to keep it :)
Director of KPTM Bangi.
thanks for the reminder :D

Salam Jumaat.

Dah lama tak menulis. Mungkin dalam kesibukan, kita selalu alpa. Termasuklah alpa untuk menulis dalam FB ni.

Pagi ni tadi saya rasa sungguh 'down'. Entah apa di fikiran (sebenarnya terlalu banyak di fikiran). Lalu memberitahu isteri melalui FB dan beliau menasihatkan untuk saya solat dhuha dan mohon ketenangan hati.

Selesai solat dhuha dan memohon doa, terus saya ke bilik air. Tab memang selalu berada dalam genggaman. Di bilik air, berbunyi lah Tab menandakan satu whatsapp sedang masuk.

Apabila saya buka message whatsapp tersebut, saya seakan2 tidak dapat berkata2, melainkan MasyaAllah, Subhanallah..

Allah telah mendengar doaku tadi. Aku yang selama ini alpa...

****
Berikut adalah message whatsapp yang diterima tadi untuk dikongsi bersama di pagi Jumaat yang mulia ini.

-----
Itu Adalah Allah

Pernahkah saat kau duduk santai dan menikmati harimu, tiba-tiba terpikirkan olehmu ingin berbuat sesuatu kebaikan untuk seseorang?

Itu adalah اللّه yang sedang berbicara denganmu dan mengetuk pintu hatimu (QS 4:114, 2:195, 28:77).

Pernahkah saat kau sedang sedih, kecewa tetapi tidak ada orang di sekitarmu yang dapat kau jadikan tempat curahan hati?
Itulah adalah اللّه yang sedang rindu padamu dan ingin agar kau berbicara pada-NYA (QS 12:86).

Pernahkah tanpa sengaja kau memikirkan seseorang yang sudah lama tidak bertemu, tiba-tiba orang tersebut muncul, atau kau bertemu dengannya, atau kau menerima telefon darinya?
Itu adalah Kuasa اللّه yang sedang menghiburmu.
Tidak ada yang namanya kebetulan (QS 3:190-191).

Pernahkah kau mendapatkan sesuatu yang tidak terdugaa, yang selama ini kau inginkan tapi rasanya sulit untuk kau didapatkan?

Itu adalah اللّه yang mengetahui dan mendengar suara batinmu serta hasil dari benih kebaikan yang kau taburkan sebelumnya (QS 65:2-3).

Pernahkah kau berada dalam situasi yang buntu, semua terasa begitu sulit, begitu tidak menyenangkan, hambar, kosong bahkan menakutkan?

Itu adalah saat اللّه mengizinkan kau untuk diuji, Dan اللّه ingin mendengar rintihan serta do’amu agar kau menyadari akan keberadaan-NYA….

Kerana tahu kau sudah mulai melupakan-NYA dalam kesenangan (QS 47:31, 32:21).

Jika kau peka, akan sering kau sadari bahwa KASIH dan KUASA اللّه selalu ada di saat manusia merasa dirinya tak mampu.

Apakah kau pikir tulisan ini hanya saja saja terkirim padamu?
Tidak!!!

Sekali lagi, tidak!
TIDAK ADA YANG KEBETULAN…

Sekali lagi, TIDAK ADA YANG KEBETULAN…

Beberapa minit ini tenangkanlah dirimu, rasakan kehadiran-NYA…, dengarkan suara-NYA yang berkata: “Jangan khuatir..
AKU di sini bersamamu.”
(QS 2:214, 2:186).
Je M'apelle Mussy
from today onward, i want to post my entry in English.
why??
because i want to improve myself in English.

if u read some ( maybe many ) error on my entry,
if u kind enough, please make it right.
if not, just ignore it.

seriously im telling you, my english soooo horrible, terrible and so many ble ble ble :p
but, i will try to improve it.

dont laugh if u see many mistakes.
i warn u.
watchout or watchaaaaa!!

adiossss :)

Je M'apelle Mussy

Tetiba kan tengah google menggoogle. Baru aku terperasan yg jang geun suk dah x hensem sikit.
Macam dah x menarik je.
Macam dah menyampah je.

Tetiba jugakkan aku rasa nak beli 1 punching bag. Nak buat apa??
Nak tumbuk kasi lunyai la. Biar dpt lepas sikit api panas dalam badan.

Tetiba rasa tak sabar nak habis study. Waaahhhh. Cepatnya. Hehe.
Tak sabar. Tak sabar.

Ok la. Dah merepek ni. Dah wajib tidur dah ni.
Bye. Assalammualaikum

Je M'apelle Mussy


Jam 6.30 petang.
Mak berdiri di depan pintu. 
Wajah Mak kelihatan resah. Mak tunggu adik bungsu balik dari sekolah agama.
Ayah baru balik dari sawah.
Ayah tanya Mak, “Along mana?’
Mak jawab, “ Ada di dapur tolong siapkan makan.”
Ayah tanya Mak lagi,” Angah mana?”
Mak jawab, “Angah mandi, baru balik main bola.”
Ayah tanya Mak, “Ateh mana?”
Mak jawab, “Ateh, Kak Cik tengok tv dengan Alang di dalam?”
Ayah tanya lagi, “Adik dah balik?”
Mak jawab, “Belum. Patutnya dah balik. Basikal adik rosak kot. Kejap lagi kalau tak balik juga jom kita pergi cari Adik.”
Mak jawab soalan ayah penuh yakin. Tiap-tiap hari ayah tanya soalan yang sama. Mak jawab penuh perhatian. Mak ambil berat di mana anak-anak Mak dan bagaimana keadaan anak-anak Mak setiap masa dan setiap ketika.

Dua puluh tahun kemudian,

Jam 6.30 petang

Ayah balik ke rumah. Baju ayah basah. Hujan turun sejak tengahari.

Ayah tanya Along, “Mana Mak?”Along sedang membelek-belek baju barunya. Along jawab, “Tak tahu.”

Ayah tanya Angah, “Mana Mak?”Angah menonton tv. Angah jawab, “Mana Angah tahu.”
Ayah tanya Ateh, “Mana Mak?”Ayah menunggu lama jawapan dari Ateh yang asyik membaca majalah.

Ayah tanya Ateh lagi, “Mana Mak?”Ateh menjawab, “Entah.”Ateh terus membaca majalah tanpa menoleh kepada Ayah.

Ayah tanya Alang, “Mana Mak?”
Alang tidak jawab. Alang hanya mengoncang bahu tanda tidak tahu.

Ayah tidak mahu tanya Kak Cik dan Adik yang sedang melayan facebook. Ayah tahu yang Ayah tidak akan dapat jawapan yang ayah mahu.

Tidak ada siapa tahu di mana Mak. Tidak ada siapa merasa ingin tahu di mana Mak. Mata dan hati anak-anak Mak tidak pada Mak. Hanya mata dan hati Ayah yang mencari-cari di mana Mak.

Tidak ada anak-anak Mak yang tahu setiap kali ayah bertanya, “Mana Mak?”

Tiba-tiba adik bungsu bersuara, “Mak ni dah senja-senja pun merayap lagi. Tak reti nak balik!!”
Tersentap hati Ayah mendengar kata-kata Adik.

Dulu anak-anak Mak akan berlari mendakap Mak apabila balik dari sekolah. Mereka akan tanya “Mana Mak?” apabila Mak tidak menunggu mereka di depan pintu.

Mereka akan tanya, “Mana Mak.” Apabila dapat nomor 1 atau kaki melecet main bola di padang sekolah. Mak resah apabila anak-anak Mak lambat balik. Mak mahu tahu di mana semua anak-anaknya berada setiap waktu dan setiap ketika.

Sekarang anak-anak sudah besar. Sudah lama anak-anak Mak tidak bertanya ‘Mana Mak?”

Semakin anak-anak Mak besar, soalan “Mana Mak?” semakin hilang dari bibir anak-anak Mak .
Ayah berdiri di depan pintu menunggu Mak. Ayah resah menunggu Mak kerana sudah senja sebegini Mak masih belum balik. Ayah risau kerana sejak akhir-akhir ini Mak selalu mengadu sakit lutut.

Dari jauh kelihatan sosok Mak berjalan memakai payung yang sudah uzur. Besi-besi payung tercacak keluar dari kainnya. Hujan masih belum berhenti. Mak menjinjit dua bungkusan plastik. Sudah kebiasaan bagi Mak, Mak akan bawa sesuatu untuk anak-anak Mak apabila pulang dari berjalan.

Sampai di halaman rumah Mak berhenti di depan deretan kereta anak-anak Mak. Mak buangkan daun-daun yang mengotori kereta anak-anak Mak. Mak usap bahagian depan kereta Ateh perlahan-lahan. Mak rasakan seperti mengusap kepala Ateh waktu Ateh kecil. Mak senyum. Kedua bibir Mak diketap repat. Senyum tertahan, hanya Ayah yang faham. Sekarang Mak tidak dapat lagi merasa mengusap kepala anak-anak seperti masa anak-anak Mak kecil dulu. Mereka sudah besar. Mak takut anak Mak akan menepis tangan Mak kalau Mak lakukannya.

Lima buah kereta milik anak-anak Mak berdiri megah. Kereta Ateh paling gah. Mak tidak tahu pun apa kehebatan kereta Ateh itu. Mak cuma suka warnanya. Kereta warna merah bata, warna kesukaan Mak. Mak belum merasa naik kereta anak Mak yang ini.
Baju mak basah kena hujan. Ayah tutupkan payung mak. Mak bagi salam. Salam Mak tidak berjawab. Terketar-ketar lutut Mak melangkah anak tangga. Ayah pimpin Mak masuk ke rumah. Lutut Mak sakit lagi.

Mak letakkan bungkusan di atas meja. Sebungkus rebung dan sebungkus kueh koci pemberian Mak Uda untuk anak-anak Mak. Mak Uda tahu anak-anak Mak suka makan kueh koci dan Mak malu untuk meminta untuk bawa balik. Namun raut wajah Mak sudah cukup membuat Mak Uda faham.

Semasa menerima bungkusan kueh koci dari Mak Uda tadi, Mak sempat berkata kepada Mak Uda, “Wah berebutlah budak-budak tu nanti nampak kueh koci kamu ni.”

Sekurang-kurangnya itulah bayangan Mak. Mak bayangkan anak-anak Mak sedang gembira menikmati kueh koci sebagimana masa anak-anak Mak kecil dulu. Mereka berebut dan Mak jadi hakim pembuat keputusan muktamat. Sering kali Mak akan beri bahagian Mak supaya anak-anak Mak puas makan. Bayangan itu sering singgah di kepala Mak.

Ayah suruh Mak tukar baju yang basah itu. Mak akur.

Selepas Mak tukar baju, Ayah iring Mak ke dapur. Mak ajak anak-anak Mak makan kueh koci. Tidak seorang pun yang menoleh kepada Mak. Mata dan hati anak-anak Mak sudah bukan pada Mak lagi.

Mak hanya tunduk, akur dengan keadaan.

Ayah tahu Mak sudah tidak boleh mengharapkan anak-anak melompat-lompat gembira dan berlari mendakapnya seperti dulu.

Ayah temankan Mak makan. Mak menyuap nasi perlahan-lahan, masih mengharapkan anak-anak Mak akan makan bersama. Setiap hari Mak berharap begitu. Hanya Ayah yang duduk bersama Mak di meja makan setiap malam.

Ayah tahu Mak penat sebab berjalan jauh. Siang tadi Mak pergi ke rumah Mak Uda di kampung seberang untuk mencari rebung. Mak hendak masak rebung masak lemak cili api dengan ikan masin kesukaan anak-anak Mak.
Ayah tanya Mak kenapa Mak tidak telepon suruh anak-anak jemput. Mak jawab, “Saya dah suruh Uda telepon budak-budak ni tadi. Tapi Uda kata semua tak berangkat.”

Mak minta Mak Uda telepon anak-anak yang Mak tidak boleh berjalan balik sebab hujan. Lutut Mak akan sakit kalau sejuk. Ada sedikit harapan di hati Mak agar salah seorang anak Mak akan menjemput Mak dengan kereta. Mak teringin kalau Ateh yang datang menjemput Mak dengan kereta barunya. Tidak ada siapa yang datang jemput Mak.

Mak tahu anak-anak mak tidak sedar telepon berbunyi. Mak ingat kata-kata ayah , “Kita tak usah susahkan anak-anak. Selagi kita mampu kita buat saja sendiri apa-apa pun. Mereka ada kehidupan masing-masing. Tak p ayah sedih-sedih. Maafkan sajalah anak-anak kita. Tak apalah kalau tak merasa menaiki kereta mereka sekarang. Nanti kalau kita mati kita masih ada peluang merasa anak-anak mengangkat kita kat bahu mereka.”
Mak faham buah hati Mak semua sudah besar. Along dan Angah sudah beristeri. Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik masing-masing sudah punya buah hati sendiri yang sudah mengambil tempat Mak di hati anak-anak Mak.

Pada suapan terakhir, setitik air mata Mak jatuh ke pinggan.

Kueh koci masih belum diusik oleh anak-anak Mak.

Beberapa tahun kemudian

Mak Uda tanya Along, Angah, Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik, “Mana mak?”.

Hanya Adik yang jawab, “Mak dah tak ada.”
Along, Angah, Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik tidak sempat melihat Mak waktu Mak sakit.

Kini Mak sudah berada di sisi Tuhannya bukan di sisi anak-anak Mak lagi.

Dalam isakan tangis, Along, Angah, Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik menerpa kubur Mak. Hanya batu nisan yang berdiri terpacak. Batu nisan Mak tidak boleh bersuara. Batu nisan tidak ada tangan macam tangan Mak yang selalu memeluk erat anak-anaknya apabila anak-anak datang menerpa Mak semasa anak-anak Mak kecil dulu.
Mak pergi semasa Along, Angah, Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik berada jauh di bandar. Kata Along, Angah, Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik mereka tidak dengar handphone berbunyi semasa ayah telepon untuk beritahu mak sakit tenat.

Mak faham, mata dan telinga anak-anak Mak adalah untuk orang lain bukan untuk Mak.

Hati anak-anak Mak bukan milik Mak lagi. Hanya hati Mak yang tidak pernah diberikan kepada sesiapa, hanya untuk anak-anak Mak..

Mak tidak sempat merasa diangkat di atas bahu anak-anak Mak. Hanya bahu ayah yang sempat mengangkat jenazah Mak dalam hujan renyai.

Ayah sedih sebab tiada lagi suara Mak yang akan menjawab soalan Ayah,

“Mana Along?” , “Mana Angah?”, “Mana Ateh?”, “Mana Alang?”, “Mana Kak Cik?” atau “Mana Adik?”. Hanya Mak saja yang rajin menjawab soalan ayah itu dan jawapan Mak memang tidak pernah silap. Mak sentiasa yakin dengan jawapannya sebab mak ambil tahu di mana anak-anaknya berada pada setiap waktu dan setiap ketika. Anak-anak Mak sentiasa di hati Mak tetapi hati anak-anak Mak ada orang lain yang mengisinya.
Ayah sedih. Di tepi kubur Mak, Ayah bermonolog sendiri, “Mulai hari ini tidak perlu bertanya lagi kepada Along, Angah, Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik , “Mana mak?” “

Kereta merah Ateh bergerak perlahan membawa Ayah pulang. Along, Angah, Alang dan Adik mengikut dari belakang. Hati ayah hancur teringat hajat Mak untuk naik kereta merah Ateh tidak kesampaian. Ayah terbayang kata-kata Mak malam itu, “Cantiknya kereta Ateh, kan Bang? Besok-besok Ateh bawalah kita jalan-jalan kat Kuala Lumpur tu. Saya akan buat kueh koci buat bekal.”

“Ayah, ayah ….bangun.” Suara Ateh memanggil ayah . Ayah pengsan sewaktu turun dari kereta Ateh..

Terketar-ketar ayah bersuara, “Mana Mak?”

Ayah tidak mampu berhenti menanya soalan itu. Sudah 10 tahun Mak pergi namun soalan “Mana Mak?” masih sering keluar dari mulut Ayah sehingga ke akhir usia.

* hargailah ibu ada jika da masih didunia. Doakan dia jika d sudah menghadap yng maha esa. Bagi yang ada ibu, sudah berapa lma anda tak telefon ibu?? Apa kata ambil telefon, luangkan seminit dua bertanya khabar ibu. Pastinya ibumu akan gembira
Je M'apelle Mussy

Hati jatuh pada khawater :)

Je M'apelle Mussy

Alhamdulillah. Bersyukur dgn apa yang ada. Still ada peluang untuk berusaha lagi.
Takpe takpe. Slow slow dulu.
Tak cukup usaha lagi untuk capai target.
Keep calm and keep moving.

Orang lain punya bahagia raikan dengan family.
Mak ayah gua diam je. Tak tanya apa apa.
Benda dah biasa jadi.
Kalau bernasib baik dah lepas seminggu baru diorang tanya.
Kalau nasib malang, takkan tanya sampai la grad. Hahahahha.

Takpe la. Janji doa dan restu diorang sentiasa ada.

Assalammualaikum :)

Je M'apelle Mussy

Apa rasa klau kita jd mak and anak kita x ambik berat plus x peduli langsung pd ibunya??
Mesti sedih kan!!
Tapi tu la bnda yg dh jadi dpan mata sendiri.
Si anak langsung x ambik berat, langsung x brtnya khabar emak yg duduk jauh depan mata. Apa perasaan dia buat macam tu.
Bangga??hebat??

Bila cakap macam ni, orang cakap kita ustazah, sibuk jaga tepi kain org lain.
Tapi x sbnarnya kawan2.
Allah bg kita peluang untuk berfikir dan jadikan benda tu teladan sbb 1 hari nanti kita jugak akan jd tua macam mereka. Jd mak n ayah macam mereka.
Nak tau nasib kita mcm mna kmudian hari nnt??
Tgk hari ni mcm mna kita treat mak n ayah kita hari ni.
Semuanya ada nasib untung2 masing2. Klau baik. Baiklah.
Kalau x, fikir la sendiri

Pada manusia macam ni, hargai la diorang sebelum terlambat. Hargai la bila yang mengandungkan anda still lagi ada depan mata, yang selalu fikir, tolong, sayang kamu.
Hanya orang yang tak berpeluang hidup dengan mak bapak sendiri je tahu bahagianya bila tengok 1 family yg sempurna. Malang sekali saya takde kesempatan tu.
Assalammualaikum

Je M'apelle Mussy

Sekarang busy dengan MUET
Tak suka speaking tapi tu la yang kena buat.
Letih nak gulung lidah.
Ayoyoyo

Je M'apelle Mussy
sebelum kita mengutuk orang dengan kata-kata yang tidak baik, fikir dulu apa betul tindakan kita? 
layak kita hendak meletak hukuman?
untuk menjadi sempurna dimata orang lain memang payah, baik jadi sempurna dimata Allah…. 
Seribu kali kita mencuba memperbetulkan kesilapan kita belum tentu satu tindakan yang kita hendak perbetulkan manusia lain boleh terima tetapi di hadapan Allah, 
sekeji mana perbuatan kita Dia tetap memberi pengampunan.
Semoga kita semua akan dapat iktibar daripadanya…
Manusia ini bila dia mula bercakap tak pernah nak fikir hati dan perasaan orang 
padahal semua yang mereka luahkan itu adakalanya menyakitkan dan adakalanya benda yang 
sama juga jadi kat dia cuma dia perasan atau tidak.
Pernah ke tidak kita berfikir orang yang kita kutuk tu siapa? pernah tak kita bertindak sama je macam tu?
kita belum sempurna untuk memperkatakan keburukan orang.
 Yang mengeluarkan tutur kata pula tidak pernah berfikir siapa dia untuk berkata-kata.
Harus diingatkan setiap kata ialah doa dan setiap yang kutukan yang kita keluarkan mungkin tidak nampak sekarang jadi pada kita nanti??
Siapa yang akan mengetahuinya??? siapa?
semua itu urusan Allah…
* saya berkawan tanpa ada niat lain, tapi kalau tak boleh nak berkawan dengan orang hebat macam kamu. maaf la. tak tau pulak tak boleh. tolong la jangan buruk sangka :)*
Je M'apelle Mussy

Quick Update- HAPPY ^_^

Assalamualaikum...

Just short entry je.
Bahagia dan gembira ni.
Baru kejap tadi orang nyanyi 2 buah lagu through
phone sambil main gitar.
Kau mampu? DIA mampu!
Sekarang boleh study sambil tersenyum (^_^)



NotaTangan: Jangan tanya kenapa aku menyanyi 
lagu "Terukir DiBintang" & "Just The Way You Are" 
dalam kelas nanti! haha..
Je M'apelle Mussy
assalamualaikum :)
malam ni dengar cerita seorang kakak yang 
dah kehilangan adik
dia cakap adik dia sangat baik dari segi akhlak 
and semua2 lah

tapi dulu memang pernah jumpa sekali.
muka memang stock baik2 :)
dia 'pergi' dalam keadaan yang cukup senang.
tak susah kan keluarga :)
and muka nya tersenyum :)
ALLAHUAKBAR :)

betul la orang cakap
"ORANG BAIK, ALLAH SAYANG"

nak jadi BAIK sekarang :')
Je M'apelle Mussy



Assalammualaikum semua
Tadi terbaca 1 buku motivasi.
Tertarik dengan 1 cerita ni J
Saya nak shared dengan korang2 la 

TAKDIR SEORANG IBU


Sewaktu aku bekerja di sebuah kawasan perindustrian, keadaan kampung ini sangat tenang dan mendamaikan. Namun, keadaan kampung yang damai ini tidak semestinya menggambarkan damainya hati penduduk di sini. Sering kali aku lihat seorang ibu tua berehat di luar rumah. Bila aku terserempak dengan ibu tua itu, aku sering menegur dan bercakap dengannya.
Aku anggap dia sebagai ibuku sendiri. Riak mukanya aku Nampak sebagai ibu tua yang rindukan sesuatu dan selalu bersedih. Aku sebenarnya tidak berminat mencungkil rahsia orang. Biarlah ibu tua dengan pengalaman hidup yang tebal menyelesaikan dan menangani permasalahannya sendiri. Aku bukannya pakar psikologi yang layak memberi nasihat.
Rupanya ibu tua itu mempunyai seorang anak. Anaknya berkerja di Bandar dan jarang pulang ke rumah. Anaknya terlalu sibuk. Benar, ada kiriman wang yang diberikan setiap bulan. Makan pakainya cukup disediakan oleh anaknya. Jika dilihat dan dinilai dari pandangan mata, sudah tentu ramai orang akan berkata “sejuk perut ibu mengandung” “bertuah kau ada anak seperti ini”
Tapi itu hanya dimata, tapi di hati wanita tua itu tiada siapa tahu hinggalah satu hari tanpa sedar wanita tua itu mengeluarkan satu kenyataan bahawa dia merindui anaknya itu. Tapi apakan daya, dia harus memahami kesibukan yang dilalui oleh si anak. Sejak akhir2 ini juga, jarang telefonnya berdering dan suara anaknya jarang kedengaran  di telinga. Bila saya menyarankan untuk dia menelefon si anak, dia risau mengganggu ketenangan si anak ketika bekerja.

Malam itu juga, si ibu menghembuskan nafas terakhir tanpa seorang anak yang dijaga dari sebesar dua jari tapak kakinya.

Sedih cerita ni, kesiannya mak dia. Tapi sekarang majority untuk warga tua memang begitu. Disebabkan dunia ni dah mula pesat dan maju membangun, semua orang berebut rebut mencari punca rezeki dan kadangkala lupa bertanya khabar orang tua mereka yang menunggu mereka telefon bertanya khabar. Bagi mereka wang, segala kelengkapan, makan, pakai sudah memadai untuk menggembirakan hati orang tua. Tapi bukan itu saja yang diperlukan warga tua.
Mereka nak kan kasih sayang anak anak
Mereka nak kan anak anak mempunyai masa untuk menjenguk mereka sebulan sekali pun cukuplah.
Mereka nak mendengar suara anak anak mereka sekurang2nya 2 hari sekali sudah memadai
Terasa sangat dengan diri sendiri lepas baca cerita ni. Saya juga belum mampu membahagiakan hati ibu bapa. Tapi nasib baik waktu ni cuti sem, boleh la temankan mak duduk kat rumah ni. Tahu mak boring tinggal sorang2. Takpe la tak dapat pegang or cari duit macam kawan2 lain buat waktu cuti sem, asalkan saya masih ada masa untuk bersama mereka, selagi mereka masih ada J

Di waktu ibu bapa sedang tidur, tatap wajahnya itu 5 minit saja, kita akan tahu bagaimana rasanya nanti bila wajah itu sudah tidak ada di situ.



Je M'apelle Mussy
assalammualaikum :)

saya dah gila cerita korea. OMG ottoke ottoke??

nak pergi korea boleh?

nakk cari jang seung geuk.

wahhhhh, suka dia.

alamak. apa nak jadi ni??

habis lahhh. tak boleh tak tengok muka dia. 

handsome bangatttttt :p

tak caya??

nah tengok ni 









lagi 1 Jung Yong Hwa







ok. ini lah jadinya bila dah takde benda nak bercotcet kat sini..

sabar je la ye.

harap sudi baca.

hahahahohohohhehehehehuhuhuhuhu

dadadadadada

nak tidur mimpi mereka :p

assalamualaikum